PEMANFAATAN
AKAR ALANG-ALANG SEBAGAI ANTIHIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DAERAH
BANJARBARU
UTILIZATION OF ROOTS AS ANTIHIPERTENSION ON HYPERTENSION PATIENTS IN THE REGION OF BANJARBARU
Pynaria Rizqi Justitia Ryuputri
Jl. Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat
Sungai Besar
Email: Pynariaryuputri@yahoo.com
ABSTRAK
Hipertensi disebut
“silent killer” karena sering tidak menunjukkan geajala atau tanda khas sebagai
peringatan dini tetapi dapat menyebabkan kematian mendadak. Hipertensi
merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis. Alang-alang
atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma
dilahan pertanian. Akar alang-alang dapat digunakan sebagai antihipertensi dan
penyakit lainnya karena pada alang-alang mengandung kalium, flavonoid, graminoe B dan cylindrene.
Kata
kunci: Hipertensi, alang-alang.
ABSTRACT
Hypertension is called a
"silent killer" because it often does not show geajala or distinctive
signs as an early warning but can cause sudden death. Hypertension is the third
leading cause of death after stroke and tuberculosis. Reed or weeds are a kind
of sharp-leaved grass, which often weeds on the farm. Roots of reeds can be
used as antihypertensives and other diseases because the reeds contain
potassium, flavonoids, graminoe B and cylindrene.
Keywords: Hypertension, reeds.
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Tumbuhan obat atau bisa disebut obat herbal
adalah tumbuhan yang mempunyai zat aktif yang berguna untuk menyembuhkan atau
mencegah timbulnya suatu penyakit. Saat ini mulai marak penggunaanya, karena
obat herbal terbukti tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya sehingga
lebih aman dibandingkan obat kimia.
Salah satu tumbuhan obat di Indonesia adalah
alang-alang. Kebanyakan orang hanya mengetahui alang-alang merupakan sejenis
rumput berdaun tajam yang kerap enjadi gulma di lahan pertanian dan merugikan,
namun dibalik itu terdapat khasiat untuk
menyembuhkan berbagai penyakit, seperti mimisan, radang ginjal dan lain-lain.
Secara umum, alang-alang digunakan untuk melindungi lahan-lahan terbuka yang
mudah tererosi. Kecepatan tumbuh, jalinan rimpang alang-alang di bawah tanah,
serta tutupan daunnya yang rapat, memberikan manfaat perlindungan yang
dibutuhkan itu. Di Bali dan Indonesia timur umumnya daun alang-alang yang
dikeringkan dan dikebat dalam berkas-berkas digunakan sebagai bahan atap rumah
dan bangunan lainnya.
Alang-alang mempunyai banyak manfaat salah
satunya adalah sebagai antihipertensi. Hipertensi banyak dijumpai dikalangan
pekerja terutama pada pria yang berusia 40 tahun keatas. Hipertensi adalah naiknya
tekanan darah atau biasa disebut dengan darah tinggi. Banyak faktor yang
mempengaruhi terjadinya hipertensi seperti faktor makanan, pikiran, pola hidup
tidak sehat sehingga menyebabkan hipertensi.
Selain akar alang-alang ada banyak tanaman
yang memiliki khasiat sebagai antihipertensi seperti daun meniran, dan daun
kelor. Hipertensi adalah suatu penyakit yang tidak memiliki gejala atau tanda
kepada penderita dan dapat menyebabkan kematian mendadak, banyak orang yang
merasa sehat tetapi sebenarnya menderita hipertensi. Banyak kasus penderita
hipertensi yang masih belum terdeteksi dan belum tercatat, maka dari itu
sebaiknya dapat mengenali gejala hipertensi sejak dini agar dapat mengetahui
penyakit tersebut.
1.2
Rumusan Masalah
1.
Definisi dan klasifikasi akar alang-alang
2.
Kandungan apa saja yang terdapat pada akar
alang-alang
3.
Pengertian atihipertensi
4.
Pengertian hipertensi dan penyebabnya
1.3
Tujuan
1.
Mengetahui definisi dan klasifikasi akar
alang-alang.
2.
Mengetahui kandungan-kandungan yang terdapat pada
tanaman akar alang-alang.
3.
Mengetahui pengertian antihipertensi.
4.
Mengetahui pegertian dan penyebab hipertensi.
BAB II
ISI
2.1 Definisi
Akar Alang-alang dan Klasifikasi
Nama ilmiahnya adalah Imperata
cylindrica, dan ditempatkan dalam anak suku Panicoideae.
Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai bladygrass,
cogongrass, speargrass, silver-spike atau secara umum disebut satintail,
mengacu pada malai bunganya yang berambut putih halus. Orang Belanda
menamainya snijgras, karena sisi daunnya yang tajam melukai.
Alang-alang (Imperata
cylindrica) adalah jenis rumput tahunan yang menyukai cahaya matahari, dengan
bagian yang mudah terbakar di atas tanah dan akar rimpang (rhizome) yang
menyebar luas di bawah permukaan tanah. Alang-alang dapat berkembang biak
melalui biji dan akar rimpang, namun pertumbuhannya terhambat bila ternaungi.
Oleh karena itu salah satu mengatasinya adalah dengan jalan menanam tanaman
lain yang tumbuh lebih cepat dan dapat menaungi.
Sebenarnya ada 2 jenis
imperata yang biasa disebut alang-alang. Yang pertama adalah Imperata
cylindrical yang bunganya berstamen dua, sedangkan yang kedua adalah imperata
yang bunganya berstamen tunggal yaitu Eriopigon. Beberapa genus imperata yang
saat ini sudah dikenal antara lain Imperata cylindrica, Imperata tonnis,
Imperata brevifolia, Imperata brasiliensis, Imperata exaltta, Imperata
contracta, dan Imperata chresmani.
Alang-alang tumbuh berumpun, tunas
batang (yang membawa bunga) tidak akan tumbuh memanjang hingga menjelang
berbunga. Bagian pangkal tunas batang alang-Alang terdiri atas beberapa ruas
pendek, sedangkan tunas yang membawa
bunga beruas panjang terdiri atas satu sampai tiga ruas, tumbuh vertikal dan
terbungkus didalam daun.
Batang
alang-alang yang membawa bunga memiliki tinggi 20-- 30cm.Bagian batang
alang-Alang di atas tanah berwarna keunguan. Rimpang (rizoma) alang-alang
tumbuh memanjang dan bercabang-cabang ditanah pada kedalaman 0--20cm, namun
dapat juga ditemukan hingga kedalaman 40cm. Rimpang alang-alang berwarna
keputihan dengan panjangmencapai 1 meter atau lebih dan beruas-ruas.
Alang-alang berakar serabut yang tumbuh dari pangkal batang dan ruas-ruas pada
rimpang.
Bagian-bagian
alang-alang:
a. Daun
(Folium)
Daun alang-alang termasuk daun
tunggal (folium simplex) dengan tipe daun tak lengkap karena hanya
terdiri dari 2 bagian saja, yaitu pelepah atau upih (vagina) berwarna
putih keunguan dan helaian daun (lamina), sehingga disebut daun berupih
atau daun berpelepah. Ada lidah-lidah atau ligula pada perbatasan upih daun
dengan helaian daun.
Daun alang-alang mempunyai sifat sebagai berikut :
1)
Bangun daun (circumscriptio) : daun tidak ada
yang lebar dan termasuk tipe pita (lingulatus).
2)
Bentuk ujung daun (apex folii) : tipe runcing (acutus).
3)
Bentuk pangkal daun (basis folii) : tipe
meruncing (acuminatus.
4)
Susunan tulang daun (nervatio) : tipe sejajar (rectinervis).
5)
Tepi daun (margo folii) : tipe rata (integer).
6)
Daging daun (intervenium) : tipis seperti
kertas (papyraceus).
7)
Warna daun : hijau dengan permukaan atas lebih gelap
dari permukaan bawah.
8)
Permukaan daun : licin (laevis)
b.
Batang (Caulis)
Alang-alang merupakan tanaman yang
jelas berbatang dengan tipe batang rumput (calmus) dengan ciri-ciri
tidak keras, mempunyai ruas-ruas dan berongga. Batang alang-alang mempunya
sifat sebagai berikut :
1)
Bentuk batang : bulat (teres)
2)
Sifat permukaan batang : licin (laevis)
3)
Arah tumbuh batang : tegak lurus (erectus)
4)
Percabangan pada batang : batang pokok tidak terlihat
jelas (simpodial)
c. Akar (Radix)
Menurut Rahardi
(Steenis, 1958), sistem pengakaran berupa sistem serabut, yang muncul dari
nodus atau buku-buku batang. Panjangnya ± 5 cm, sistem pengakaran ini ditunjang
oleh rimpang yang kuat, sehingga alang-alang sulit dicabut. Rimpang yang tumbuh
secara agresif, tumbuhan tahunan (parennial) yang kuat dengan percabangan
terbenam dalam tanah (yang panjangnya dapat mencapai 1 m), berdaging,
rimpangnya bersisik.
d. Bunga (Flos)
Alang-alang mempunyai bunga yang
majemuk, bentuk bulir (spica) tanpa mahkota bunga, agak menguncup , bertangkai
panjang, setiap bulir berekor puluhan helai rambut putih sepanjang 8 - 14 mm,
mudah diterbangkan angin, panjang 6 - 28 cm, setiap cabang memiliki 2 bulir,
cabang 2,5 – 5 cm, tangkai bunga 1 - 3 mm, gluma 1; ujung bersilia, 3 - 6 urat,
Lemma 1 (sekam); bulat telur melebar, silia pendek 1,5 - 2,5 mm. Lemma 2
(sekam); memanjang, runcing 0,5 - 2,5 mm. Palea (sekam); 0,75 - 2 mm. Benang
sari: kepala sari 2,5 - 3,5 mm, putih kekuningan atau ungu. Putik: kepala putik
berbentuk bulu ayam. Penyerbukannya dibantu oleh angin (anemokori).
e. Buah
(Fructus)
Menurut Rahardi
(Steenis, 1958), buah berjebis bulir, berupa bulir-bulir kecil bertangkai
pendek tidak berjarum, berpasang-pasangan pada ujung sumbu malai, kedua-duanya
bertangkai, pada kaki terdapat rambut-rambut putih mengkilat yang berkarang.
Buah yang masak warna coklat, berguna untuk melayang.
f. Biji (Semen)
Menurut Rahardi
(Steenis, 1958), biji jarang, panjang sekitar 11 mm, warnanya coklat tua. Biji
yang sudah tua mudah diterbangkan angin, tersebar dan yang akhirnya menjadi
tumbuhan baru.
Klasifikasi
Alang-alang
Klasifikasi alang-alang berdasarkan taksonomi adalah
sebagai berikut :
Kingdom
: Plantae (Tumbuhan)
Divisio
: Spermatophyta (Tumbuhan Biji)
Tumbuhan biji merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan
filogenetik tertinggi, yang sebagai ciri khasnya ialah adanya suatu organ yang
berupa biji (dalam bahasa Yunani
: sperma).
Bersama-sama dengan tumbuhan paku tumbuhan biji telah merupakan tumbuhan
kormus sejati. Tubuh jelas dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya, yaitu
akar, batang, dan daun. Selain itu, tubuh tumbuhan biji mempunyai pula
bagian-bagian lain yang merupakan metamorfosis bagian-bagian pokok tadi
ditambah lagi dengan berbagai macam organ-organ tambahan. Dari bagian-bagian
tubuh tumbuhan biji sporofillah yang telah mengalami perkembangan sedemikian
rupa, sehingga sifatnya sebagai daun hampir hilang sama sekali. Lagi pula
sporofil-sporofil itu telah terangkai dalam berbagai bentuk kumpulan sporofil,
yang mencapai puncaknya dalam bentuk organ yang kita sebut bunga. Itulah sebabnya golongan
tumbuhan biji ini disebut pula Anthophyta atau tumbuhan bunga (dari
bahasa Yunani, anthos = bunga; phyton = tumbuhan).
Sub divisio : Angiospermae
(Tumbuhan Biji Tertutup)
Class (Kelas) : Monocotyledoneae
Angiospermae terdiri atas tumbuhan kayu dan tumbuhan berbatang basah.
Diferensiasi yang lebih lanjut tampak dari adanya trakea (buluh-buluh kayu)
dalam xilem dan sel-sel pengiring dalam floem. Daun-daunnya bertulang menyirip
atau menjadi pada Dicotyledoneae (tumbuhan biji belah) dan bertulang
sejajar atau melengkung pada Monocotyledoneae (tumbuhan biji tunggal).
Ordo (Bangsa) : Poales (Glumiflorae)
Family
: Poaceae (Graminae)
Genus
: Imperata
Species
: Imperata
cylindrica L.
Bangsa Poales hanya terdiri atas
satu suku, yaitu Poaceae
atau Gramineae yang
warganya berupa terna anual atau perenial, kadang-kadang berupa semak atau
pohon tinggi. Batang dengan posisi yang bermacam-macam, ada yang tegak lurus,
ada yang serong ke atas, ada yang berbaring atau merayap, kadang-kadang dengan
rimpang di dalam tanah. Bentuk batang kebanyakan seperti silinder panjang,
jelas berbuku-buku dan beruas-ruas, ruas-ruas berongga, bersekat pada
buku-bukunya. Daun kebanyakan bangun pita, panjang, bertulang sejajar, tersusun
sebagai rozet akar atau berseling dalam 2 baris pada batang, umumnya terdiri
atas helaian, upih, dan lidah-lidah, jarang antara helaian dan upih terdapat
tangkai. Bunga umumnya banci, kadang-kadang berkelamin tunggal, kecil, dan
tidak menarik. Tiap bunga terdapat dalam ketiak daun pelindung yang pada suku
ini disebut “palea inferior”. Kelopak telah berubah menjadi badan yang disebut
“paleasuperior”, terdiri atas 2 daun kelopak yang berdekatan, berhadapan
dengan palea inferior, mahkota terdiri atas 2 daun mahkota (jarang 3), yang
telah berubah menjadi badan seperti sisik kecil dan dapat membengkak dan
dinamakan “lodicula”. Benang sari 1 – 6, jarang lebih, biasanya 3, tangkai sari
halus, kepala sari beruang 2, biasanya membuka dengan celah membujur. Bunga
demikian itu disebut bunga semu (“floret”) yang terpisah-pisah atau bersama
dengan floret lain, tersusun dalam 2 baris pada suatu tangkai, membentuk suatu
bulir kecil yang pada pangkalnya mempunyai 2 daun pelindung tanpa bunga pada
ketiaknya yang disebut “gluma”. Satu floret atau lebih dengan gluma membentuk
suatu bulir kecil, yang terangkai dalam bunga majemuk berganda dengan berbagai
ragam susunan, malai, tandan, atau bulir. Dalam setiap floret bakal buahnya
menumpang, beruang 1 dengan bakal biji anatrop yang sering kali menempel pada
sisi daun buah yang menghadap sumbu. Tangkai putik biasanya 2, jarang 1 atau 3,
kepala putik seperti bulu. Buah biasanya berupa buah padi (“caryopsis”), yaitu
buah dengan 1 biji yang bijinya berlekatan dengan kulit buah, jarang berupa
buah buni atau buah keras. Biji dengan endosperm, lembaga terdapat pada sisi
yang jauh dari sumbuh.
Suku ini merupakan suku terbesar (bila dilihat dari jumlah jenis tumbuhan yang
menjadi warganya), meliputi lebih dari 4.000 jenis, terbagi dalam lebih dari
400 marga, distribusinya meliputi seluruh dunia.
Contoh : Imperata : I. cylindrica (lalang)
Alang-alang adalah jenis rumput menahun yang memiliki
tunas panjang. Tanaman ini memiliki ujung tunas yang runcing dan tajam selain
itu alang-alang berbatang pendek, menjulang keatas.
Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap
menjadi gulma dilahan pertanian. Rumput ini juga dikenal dengan nama-nama
daerah seperti alalang, halalang
(Min.), lalang (Mly., Md., BI.), eurih (Sd.), rih (Bat.), jih (Gayo), re (Sas., Sumbawa), rii, kii, ki (Flores), rie (Tanimbar),
reya (Sulsel), eri,
weri, weli (Ambon dan Seram), kusu-kusu
(Menado, Ternate dan Tidore), nguusu (Halmahera),
dll (Nasution, 1986).
Imperata
cylindrica, atau lebih dikenal dengan alang-alang merupakan gulma berdaun
sempit yang tumbuh tegak dan berumpun. Alang-alang merupakan tumbuhan pionir
terutama pada lahan yang habis terbakar, sangat toleran terhadap faktor
lingkungan yang ekstrim seperti kekeringan dan unsur hara yang miskin, namun
tidak toleran terhadap genangan dan naungan. Alang-alang dapat tumbuh pada
daerah tropik dan subtropik hingga ketinggian 2700m diatas permukaan laut
(Sholhah,2013).
Menurut
Dalimartha(2006) tanaman yang mudah menjadi banyak ini bisa ditemukan pada
ketinggian 1-2.700m diatas permukaan laut(dpl). Terna setahun ini tumbuh tegak
dengan tinggi 30-180cm, berbatang padat, dan berbuku-buku yang berambut jarang.
2.2
Kandungan Yang Terdapat Pada Alang-alang
Akar alang-alang memiliki kandungan
senyawa kimia diantaranya adalah silindrin, isoarbolinol, kampesterol,
simiarenol, fernenol, arundoin, asam klorogenat, katekol, asam isoklorogenat,
asam oksalat, asam asetat, asam sitrat. Setelah dilakukan penelitian ditemukan
senyawa turunan flavonoid 3’, 4’, 7’ trihidroksi flavon, 6-hidroksi flavanol
dan 2’, 3’ dihidroksi klakon. Dan kandungan-kandungan bermanfaat lainnya.
Alang-alang
memiliki kandungan silindrin, asam sitrat, glukosa dan lain-lain yang
berfungasi sebagai antipiretik (menrunkan panas), deuretik (peluruh kemih),
hemostatik (menghentikan pendarahan), dan menghilangkan haus.
Metabolit
yang ditemukan pada akar alang-alang terdiri dari arundion, ferneol,
isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, β-sitosterol,
skopoletin, skopolin p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam
isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat,
asam d-malat, asam sitrat, pottasium (0,75% dari berat kering), sejumlah besar
kalsium dan 5-hidroksitriptamin (agromedia, 2008).
2.3
Definisi Antihipertensi
Antihipertensi
adalah suatu obat yang dapat digunakan untuk menurunkan atau mengurangi tekanan
darah tinggi.
Menurut popon(2012) antihipertensi adalah obat-obatan yang
digunakan untuk mengobati hipertensi.
Antihipertensi juga diberikan pada
individu yang memiliki resiko tinggi untuk terjadinya penyakit kardiovaskular
dan mereka yang miokard infark. Pemberian obat bukan berarti menjauhkan
individu dari modifikasi gaya hidup yang sehat seperti mengurangi berat badan,
mengurangi konsumsi garam dan alkohol, berhenti merokok, mengurangi stress dan
berolahraga.
Pemberian
obat perlu dilakukan segera pada pasien dengan tekanan darah sistolik lebih
dari 140/90 mmHg. Pasien dengan kondisi stroke atau miokard infark ataupun
ditemukan bukti adanya kerusakan organ tubuh yang parah (seperti
mikroalbuminuria, hipertrofi ventrikel kiri) juga membutuhkan penanganan segera
dengan antihipertensi.
2.4 Definisi Hipertensi dan Penyebabnya
Hipertensi adalah
tekanan darah yang lebih dari 140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat
keparahannya, mempunyai entang dari tekanan darah (TD) normal tinggi sampai
hipertensi maligna.
Pada umumnya hipertensi
tidak memiliki penyebab yang spesifik. Hipertensi terjadi sebagai respon
peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer. Namun ada beberapa
faktor yang yang mempengaruhi terjadinya hipertensi seperti:
·
Genetik:
respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau transport Na.
·
Obesitas:
terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan tekanan darah
meningkat.
·
Stress
lingkungan.
·
Hilangnya
elastisitas jaringan dan artesklerosis pada orang tua serta pelebaran pembuluh
darah.
Berdasarkan etiologinya hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
a. Hipertensi esensial (primer)
Penyebab tidak diketahui namun banyak faktor
yang mempengaruhi seperti genetika, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf
simpatik, systemrennin angiotensin, efek dari eksresi Na, obesitas, merokok dan
stress.
b. Hipertensi sekunder
Dapat diakibatkan karena penyakit parenkim
renal/vakuler renal. Penggunaan konstrasepsi oral yaitu pil. Gangguan endokrin
dll.
Umur
dan jenis kelamin merupakan salah satu faktor resiko terjadinya hipertensi
tidak dapat dimodifikasi. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penderita
hipertensi mayoritas terjadi pada usia diatas 40 tahun. Hal ini dikarenakan
pada usia tersebut tetrjadi beberapa perubahan fisiologis yaitu arteri besar
kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku sehingga darah pada setiap denyut
jantung dipaksa untuk melalui pembuluh darah yang sempit daripada biasanya dan
menyebabkan naiknya tekanan.
Tabel 1. Klarifikasi Hipertensi Menurut
JNC-VII 2003
Kategori tekanan darah Tekanan sistolik Tekanan diastolik
(mmHg) (mmHg)
Normal
≤120 ≤80
Prehipertensi 120-139 80-89
Hipertensi Stadium I 140-159 90-99
Hipertensi Stadium II ≥160
≥100
Gejala-gejala penyakit yang biasa
terjadi baik pada penderita hipertensi maupun pada seseorang dengan tekanan
darah yang normal hipertensi yaitu sakit kepala, gelisah, jantung berdebar,
pendarahan hidung, sulit tidur, sesak nafas, cepat marah, telinga berdenging,
tekuk terasa berat, berdebar dan sering kencing di malam hari. Gejala akibat komplikasi
hipertensi yang pernah dijumpai berupa gangguan penglihatan, saraf, jantung,
fungsi ginjal dan gangguan serebal (otak) yang mengakibatkan kejang dan
gangguan kesaadaran hingga koma.
Faktor
resiko yang dapat diubah dengan usaha-uasaha sebagai berikut:
·
Mengatasi obesitas/menurunkan kelebihan
berat badan
·
Mengurangi asupan garam didalam tubuh
·
Ciptakan keadaan rileks
·
Melakukan olahraga teratur
·
Berhenti merokok
·
Mengurangi konsumsi alkohol
Hipertensi adalah suatu penyakit yang
menyebabkan tekanan darah menjadi meningkat. Hipertensi sering tidak
menunjukkan gejala sebagai peringatan dini dan dapat menyebabkan kematian
mendadak.
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten
dimana tekanan sistoliknya 140mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90mmHg
(Smith Tom, 1995).
Menurut WHO, penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan
sistolik lebih besar atau sama dengan 160mmHg dan atau tekanan diastolik sama
atau lebih besar 95mmHg (Kodim Nasrin, 2003).
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Alang-alang
(Imperata cylindrica) adalah jenis rumput tahunan yang menyukai cahaya
matahari, dengan bagian yang mudah terbakar di atas tanah dan akar rimpang
(rhizome) yang menyebar luas di bawah permukaan tanah. Alang-alang dapat
berkembang biak melalui biji dan akar rimpang, namun pertumbuhannya terhambat
bila ternaungi.
Kandungan
yang dimiliki alang-alang adalah silindrin, isoarbolinol,
kampesterol, simiarenol, fernenol, arundoin, asam klorogenat, katekol, asam
isoklorogenat, asam oksalat, asam asetat, asam sitrat. Setelah dilakukan
penelitian ditemukan senyawa turunan flavonoid 3’, 4’, 7’ trihidroksi flavon,
6-hidroksi flavanol dan 2’, 3’ dihidroksi klakon. Dan kandungan-kandungan
bermanfaat lainnya.
Antihipertensi
adalah suatu obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Hipertensi
dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya
140mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90mmHg.
Penyebab
hipertensi adalah faktor obesitas, pikiran, pola hidup yang tidak sehat, makanan,
dan genetik.
3.2 Saran
Manfaatkanlah
tanaman-tananam yang dianggap sebelah mata seperti alang-alang yang ternyata
mempunyai banyak khasiat salah satunya seperti antihipertensi.
DAFTAR
PUSTAKA
Agromedia.2008.Buku Pintar Tanaman Obat.Jakarta: Agromedia Pustaka.
Dalimartha, S.2006.Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 4.Jakarta: Puspa Swara.
Nasrin,
Kodim.2003.Yang Besar Yang Diabaikan.
Pada: http://tempointeraktif.com
(diakses pada 26 Maret)
Nasution,
U.1989.Gulma dan Pengendaliannya di
Perkebunan Karet Sumatera dan Aceh.Gramedia: Jakarta.
Sholhah.2013.Pengaruh allelopati Daun
Alang-alang(Imperata cylindra).Bandung: ITB.
Tom,
Smith.1995.Tekanan Darah Tinggi.
Pada: http://delissania.blogspot.co.id.
(diakses pada 26 Maret 2017)