Sabtu, 17 Juni 2017

Tugas Bahasa Indonesia Prodi S1-FARMASI STIKES BORNEO LESTARI BANJARBARU



PEMANFAATAN AKAR ALANG-ALANG SEBAGAI ANTIHIPERTENSI PADA PENDERITA HIPERTENSI DI DAERAH BANJARBARU

UTILIZATION OF ROOTS AS ANTIHIPERTENSION ON HYPERTENSION PATIENTS IN THE REGION OF BANJARBARU

Pynaria Rizqi Justitia Ryuputri
Jl. Kelapa Sawit 8 Bumi Berkat Sungai Besar

ABSTRAK

Hipertensi disebut “silent killer” karena sering tidak menunjukkan geajala atau tanda khas sebagai peringatan dini tetapi dapat menyebabkan kematian mendadak. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis. Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma dilahan pertanian. Akar alang-alang dapat digunakan sebagai antihipertensi dan penyakit lainnya karena pada alang-alang mengandung kalium, flavonoid, graminoe B dan cylindrene.
Kata kunci: Hipertensi, alang-alang.

ABSTRACT

               Hypertension is called a "silent killer" because it often does not show geajala or distinctive signs as an early warning but can cause sudden death. Hypertension is the third leading cause of death after stroke and tuberculosis. Reed or weeds are a kind of sharp-leaved grass, which often weeds on the farm. Roots of reeds can be used as antihypertensives and other diseases because the reeds contain potassium, flavonoids, graminoe B and cylindrene.
Keywords: Hypertension, reeds.



BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Tumbuhan obat atau bisa disebut obat herbal adalah tumbuhan yang mempunyai zat aktif yang berguna untuk menyembuhkan atau mencegah timbulnya suatu penyakit. Saat ini mulai marak penggunaanya, karena obat herbal terbukti tidak menimbulkan efek samping yang berbahaya sehingga lebih aman dibandingkan obat kimia.
Salah satu tumbuhan obat di Indonesia adalah alang-alang. Kebanyakan orang hanya mengetahui alang-alang merupakan sejenis rumput berdaun tajam yang kerap enjadi gulma di lahan pertanian dan merugikan, namun dibalik itu  terdapat khasiat untuk menyembuhkan berbagai penyakit, seperti mimisan, radang ginjal dan lain-lain. Secara umum, alang-alang digunakan untuk melindungi lahan-lahan terbuka yang mudah tererosi. Kecepatan tumbuh, jalinan rimpang alang-alang di bawah tanah, serta tutupan daunnya yang rapat, memberikan manfaat perlindungan yang dibutuhkan itu. Di Bali dan Indonesia timur umumnya daun alang-alang yang dikeringkan dan dikebat dalam berkas-berkas digunakan sebagai bahan atap rumah dan bangunan lainnya.
Alang-alang mempunyai banyak manfaat salah satunya adalah sebagai antihipertensi. Hipertensi banyak dijumpai dikalangan pekerja terutama pada pria yang berusia 40 tahun keatas. Hipertensi adalah naiknya tekanan darah atau biasa disebut dengan darah tinggi. Banyak faktor yang mempengaruhi terjadinya hipertensi seperti faktor makanan, pikiran, pola hidup tidak sehat sehingga menyebabkan hipertensi.
Selain akar alang-alang ada banyak tanaman yang memiliki khasiat sebagai antihipertensi seperti daun meniran, dan daun kelor. Hipertensi adalah suatu penyakit yang tidak memiliki gejala atau tanda kepada penderita dan dapat menyebabkan kematian mendadak, banyak orang yang merasa sehat tetapi sebenarnya menderita hipertensi. Banyak kasus penderita hipertensi yang masih belum terdeteksi dan belum tercatat, maka dari itu sebaiknya dapat mengenali gejala hipertensi sejak dini agar dapat mengetahui penyakit tersebut.

1.2 Rumusan Masalah
1.      Definisi dan klasifikasi akar alang-alang
2.      Kandungan apa saja yang terdapat pada akar alang-alang
3.      Pengertian atihipertensi
4.      Pengertian hipertensi dan penyebabnya

1.3 Tujuan
1.      Mengetahui definisi dan klasifikasi akar alang-alang.
2.      Mengetahui kandungan-kandungan yang terdapat pada tanaman akar alang-alang.
3.      Mengetahui pengertian antihipertensi.
4.      Mengetahui pegertian dan penyebab hipertensi.

















BAB II
ISI

2.1 Definisi Akar Alang-alang dan Klasifikasi
Nama ilmiahnya adalah Imperata cylindrica, dan ditempatkan dalam anak suku Panicoideae. Dalam bahasa Inggris dikenal sebagai bladygrass, cogongrass, speargrass, silver-spike atau secara umum disebut satintail, mengacu pada malai bunganya yang berambut putih halus. Orang Belanda menamainya snijgras, karena sisi daunnya yang tajam melukai.
Alang-alang (Imperata cylindrica) adalah jenis rumput tahunan yang menyukai cahaya matahari, dengan bagian yang mudah terbakar di atas tanah dan akar rimpang (rhizome) yang menyebar luas di bawah permukaan tanah. Alang-alang dapat berkembang biak melalui biji dan akar rimpang, namun pertumbuhannya terhambat bila ternaungi. Oleh karena itu salah satu mengatasinya adalah dengan jalan menanam tanaman lain yang tumbuh lebih cepat dan dapat menaungi.
Sebenarnya ada 2 jenis imperata yang biasa disebut alang-alang. Yang pertama adalah Imperata cylindrical yang bunganya berstamen dua, sedangkan yang kedua adalah imperata yang bunganya berstamen tunggal yaitu Eriopigon. Beberapa genus imperata yang saat ini sudah dikenal antara lain Imperata cylindrica, Imperata tonnis, Imperata brevifolia, Imperata brasiliensis, Imperata exaltta, Imperata contracta, dan Imperata chresmani.
Alang-alang tumbuh berumpun, tunas batang (yang membawa bunga) tidak akan tumbuh memanjang hingga menjelang berbunga. Bagian pangkal tunas batang alang-Alang terdiri atas beberapa ruas pendek, sedangkan tunas yang  membawa bunga beruas panjang terdiri atas satu sampai tiga ruas, tumbuh vertikal dan terbungkus didalam daun.
Batang alang-alang yang membawa bunga memiliki tinggi 20-- 30cm.Bagian batang alang-Alang di atas tanah berwarna keunguan. Rimpang (rizoma) alang-alang tumbuh memanjang dan bercabang-cabang ditanah pada kedalaman 0--20cm, namun dapat juga ditemukan hingga kedalaman 40cm. Rimpang alang-alang berwarna keputihan dengan panjangmencapai 1 meter atau lebih dan beruas-ruas. Alang-alang berakar serabut yang tumbuh dari pangkal batang dan ruas-ruas pada rimpang.
Bagian-bagian alang-alang:
a.  Daun (Folium)
Daun alang-alang termasuk daun tunggal (folium simplex) dengan tipe daun tak lengkap karena hanya terdiri dari 2 bagian saja, yaitu pelepah atau upih (vagina) berwarna putih keunguan dan helaian daun (lamina), sehingga disebut daun berupih atau daun berpelepah. Ada lidah-lidah atau ligula pada perbatasan upih daun dengan helaian daun.
Daun alang-alang mempunyai sifat sebagai berikut :
1)      Bangun daun (circumscriptio) : daun tidak ada yang lebar dan termasuk tipe pita (lingulatus). 
2)      Bentuk ujung daun (apex folii) : tipe runcing (acutus).
3)      Bentuk pangkal daun (basis folii) : tipe meruncing (acuminatus.
4)      Susunan tulang daun (nervatio) : tipe sejajar (rectinervis).  
5)      Tepi daun (margo folii) : tipe rata (integer). 
6)      Daging daun (intervenium) : tipis seperti kertas (papyraceus).
7)      Warna daun : hijau dengan permukaan atas lebih gelap dari permukaan bawah.
8)      Permukaan daun : licin (laevis)
b.      Batang (Caulis)
       Alang-alang merupakan tanaman yang jelas berbatang dengan tipe batang rumput (calmus) dengan ciri-ciri tidak keras, mempunyai ruas-ruas dan berongga. Batang alang-alang mempunya sifat sebagai berikut :
1)      Bentuk batang : bulat (teres) 
2)      Sifat permukaan batang : licin (laevis) 
3)      Arah tumbuh batang : tegak lurus (erectus)
4)      Percabangan pada batang : batang pokok tidak terlihat jelas (simpodial)
c. Akar (Radix)
Menurut Rahardi (Steenis, 1958), sistem pengakaran berupa sistem serabut, yang muncul dari nodus atau buku-buku batang. Panjangnya ± 5 cm, sistem pengakaran ini ditunjang oleh rimpang yang kuat, sehingga alang-alang sulit dicabut. Rimpang yang tumbuh secara agresif, tumbuhan tahunan (parennial) yang kuat dengan percabangan terbenam dalam tanah (yang panjangnya dapat mencapai 1 m), berdaging, rimpangnya bersisik.
d. Bunga (Flos)    
Alang-alang mempunyai bunga yang majemuk, bentuk bulir (spica) tanpa mahkota bunga, agak menguncup , bertangkai panjang, setiap bulir berekor puluhan helai rambut putih sepanjang 8 - 14 mm, mudah diterbangkan angin, panjang 6 - 28 cm, setiap cabang memiliki 2 bulir, cabang 2,5 – 5 cm, tangkai bunga 1 - 3 mm, gluma 1; ujung bersilia, 3 - 6 urat, Lemma 1 (sekam); bulat telur melebar, silia pendek 1,5 - 2,5 mm. Lemma 2 (sekam); memanjang, runcing 0,5 - 2,5 mm. Palea (sekam); 0,75 - 2 mm. Benang sari: kepala sari 2,5 - 3,5 mm, putih kekuningan atau ungu. Putik: kepala putik berbentuk bulu ayam. Penyerbukannya dibantu oleh angin (anemokori).
e.  Buah (Fructus)
Menurut Rahardi (Steenis, 1958), buah berjebis bulir, berupa bulir-bulir kecil bertangkai pendek tidak berjarum, berpasang-pasangan pada ujung sumbu malai, kedua-duanya bertangkai, pada kaki terdapat rambut-rambut putih mengkilat yang berkarang. Buah yang masak warna coklat, berguna untuk melayang.
f.  Biji (Semen)
Menurut Rahardi (Steenis, 1958), biji jarang, panjang sekitar 11 mm, warnanya coklat tua. Biji yang sudah tua mudah diterbangkan angin, tersebar dan yang akhirnya menjadi tumbuhan baru.
Klasifikasi Alang-alang
Klasifikasi alang-alang berdasarkan taksonomi adalah sebagai berikut :
Kingdom          : Plantae (Tumbuhan)
Divisio             : Spermatophyta (Tumbuhan Biji)
            Tumbuhan biji merupakan golongan tumbuhan dengan tingkat perkembangan filogenetik tertinggi, yang sebagai ciri khasnya ialah adanya suatu organ yang berupa biji (dalam bahasa Yunani : sperma).
             Bersama-sama dengan tumbuhan paku tumbuhan biji telah merupakan tumbuhan kormus sejati. Tubuh jelas dapat dibedakan dalam tiga bagian pokoknya, yaitu akar, batang, dan daun. Selain itu, tubuh tumbuhan biji mempunyai pula bagian-bagian lain yang merupakan metamorfosis bagian-bagian pokok tadi ditambah lagi dengan berbagai macam organ-organ tambahan. Dari bagian-bagian tubuh tumbuhan biji sporofillah yang telah mengalami perkembangan sedemikian rupa, sehingga sifatnya sebagai daun hampir hilang sama sekali. Lagi pula sporofil-sporofil itu telah terangkai dalam berbagai bentuk kumpulan sporofil, yang mencapai puncaknya dalam bentuk organ yang kita sebut bunga. Itulah sebabnya golongan tumbuhan biji ini disebut pula Anthophyta atau tumbuhan bunga (dari bahasa Yunani, anthos = bunga; phyton = tumbuhan).
Sub divisio       : Angiospermae (Tumbuhan Biji Tertutup)
Class (Kelas)    : Monocotyledoneae
            Angiospermae terdiri atas tumbuhan kayu dan tumbuhan berbatang basah. Diferensiasi yang lebih lanjut tampak dari adanya trakea (buluh-buluh kayu) dalam xilem dan sel-sel pengiring dalam floem. Daun-daunnya bertulang menyirip atau menjadi pada Dicotyledoneae (tumbuhan biji belah) dan bertulang sejajar atau melengkung pada Monocotyledoneae (tumbuhan biji tunggal).
Ordo (Bangsa)  : Poales (Glumiflorae)
Family              : Poaceae (Graminae)
Genus               : Imperata
Species             : Imperata cylindrica L.
Bangsa Poales hanya terdiri atas satu suku, yaitu Poaceae atau Gramineae yang warganya berupa terna anual atau perenial, kadang-kadang berupa semak atau pohon tinggi. Batang dengan posisi yang bermacam-macam, ada yang tegak lurus, ada yang serong ke atas, ada yang berbaring atau merayap, kadang-kadang dengan rimpang di dalam tanah. Bentuk batang kebanyakan seperti silinder panjang, jelas berbuku-buku dan beruas-ruas, ruas-ruas berongga, bersekat pada buku-bukunya. Daun kebanyakan bangun pita, panjang, bertulang sejajar, tersusun sebagai rozet akar atau berseling dalam 2 baris pada batang, umumnya terdiri atas helaian, upih, dan lidah-lidah, jarang antara helaian dan upih terdapat tangkai. Bunga umumnya banci, kadang-kadang berkelamin tunggal, kecil, dan tidak menarik. Tiap bunga terdapat dalam ketiak daun pelindung yang pada suku ini disebut “palea inferior”. Kelopak telah berubah menjadi badan yang disebut “paleasuperior”, terdiri atas 2  daun kelopak yang berdekatan, berhadapan dengan palea inferior, mahkota terdiri atas 2 daun mahkota (jarang 3), yang telah berubah menjadi badan seperti sisik kecil dan dapat membengkak dan dinamakan “lodicula”. Benang sari 1 – 6, jarang lebih, biasanya 3, tangkai sari halus, kepala sari beruang 2, biasanya membuka dengan celah membujur. Bunga demikian itu disebut bunga semu (“floret”) yang terpisah-pisah atau bersama dengan floret lain, tersusun dalam 2 baris pada suatu tangkai, membentuk suatu bulir kecil yang pada pangkalnya mempunyai 2 daun pelindung tanpa bunga pada ketiaknya yang disebut “gluma”. Satu floret atau lebih dengan gluma membentuk suatu bulir kecil, yang terangkai dalam bunga majemuk berganda dengan berbagai ragam susunan, malai, tandan, atau bulir. Dalam setiap floret bakal buahnya menumpang, beruang 1 dengan bakal biji anatrop yang sering kali menempel pada sisi daun buah yang menghadap sumbu. Tangkai putik biasanya 2, jarang 1 atau 3, kepala putik seperti bulu. Buah biasanya berupa buah padi (“caryopsis”), yaitu buah dengan 1 biji yang bijinya berlekatan dengan kulit buah, jarang berupa buah buni atau buah keras. Biji dengan endosperm, lembaga terdapat pada sisi yang jauh dari sumbuh.
            Suku ini merupakan suku terbesar (bila dilihat dari jumlah jenis tumbuhan yang menjadi warganya), meliputi lebih dari 4.000 jenis, terbagi dalam lebih dari 400 marga, distribusinya meliputi seluruh dunia.
Contoh : Imperata : I. cylindrica (lalang)
Alang-alang adalah jenis rumput menahun yang memiliki tunas panjang. Tanaman ini memiliki ujung tunas yang runcing dan tajam selain itu alang-alang berbatang pendek, menjulang keatas.
Alang-alang atau ilalang ialah sejenis rumput berdaun tajam, yang kerap menjadi gulma dilahan pertanian. Rumput ini juga dikenal dengan nama-nama daerah seperti alalang, halalang (Min.), lalang (Mly., Md., BI.), eurih (Sd.), rih (Bat.), jih (Gayo), re (Sas., Sumbawa), rii, kii, ki (Flores), rie (Tanimbar), reya  (Sulsel), eri, weri, weli (Ambon dan Seram), kusu-kusu (Menado, Ternate dan Tidore), nguusu (Halmahera), dll (Nasution, 1986).
Imperata cylindrica, atau lebih dikenal dengan alang-alang merupakan gulma berdaun sempit yang tumbuh tegak dan berumpun. Alang-alang merupakan tumbuhan pionir terutama pada lahan yang habis terbakar, sangat toleran terhadap faktor lingkungan yang ekstrim seperti kekeringan dan unsur hara yang miskin, namun tidak toleran terhadap genangan dan naungan. Alang-alang dapat tumbuh pada daerah tropik dan subtropik hingga ketinggian 2700m diatas permukaan laut (Sholhah,2013).
Menurut Dalimartha(2006) tanaman yang mudah menjadi banyak ini bisa ditemukan pada ketinggian 1-2.700m diatas permukaan laut(dpl). Terna setahun ini tumbuh tegak dengan tinggi 30-180cm, berbatang padat, dan berbuku-buku yang berambut jarang.

2.2 Kandungan Yang Terdapat Pada Alang-alang
Akar alang-alang memiliki kandungan senyawa kimia diantaranya adalah silindrin, isoarbolinol, kampesterol, simiarenol, fernenol, arundoin, asam klorogenat, katekol, asam isoklorogenat, asam oksalat, asam asetat, asam sitrat. Setelah dilakukan penelitian ditemukan senyawa turunan flavonoid 3’, 4’, 7’ trihidroksi flavon, 6-hidroksi flavanol dan 2’, 3’ dihidroksi klakon. Dan kandungan-kandungan bermanfaat lainnya.
Alang-alang memiliki kandungan silindrin, asam sitrat, glukosa dan lain-lain yang berfungasi sebagai antipiretik (menrunkan panas), deuretik (peluruh kemih), hemostatik (menghentikan pendarahan), dan menghilangkan haus.
Metabolit yang ditemukan pada akar alang-alang terdiri dari arundion, ferneol, isoarborinol, silindrin, simiarenol, kampesterol, stigmasterol, β-sitosterol, skopoletin, skopolin p-hidroksibenzaladehida, katekol, asam klorogenat, asam isoklorogenat, asam p-kumarat, asam neoklorogenat, asam asetat, asam oksalat, asam d-malat, asam sitrat, pottasium (0,75% dari berat kering), sejumlah besar kalsium dan 5-hidroksitriptamin (agromedia, 2008).

2.3 Definisi Antihipertensi
            Antihipertensi adalah suatu obat yang dapat digunakan untuk menurunkan atau mengurangi tekanan darah tinggi.
            Menurut popon(2012) antihipertensi adalah obat-obatan yang digunakan untuk mengobati hipertensi.
            Antihipertensi juga diberikan pada individu yang memiliki resiko tinggi untuk terjadinya penyakit kardiovaskular dan mereka yang miokard infark. Pemberian obat bukan berarti menjauhkan individu dari modifikasi gaya hidup yang sehat seperti mengurangi berat badan, mengurangi konsumsi garam dan alkohol, berhenti merokok, mengurangi stress dan berolahraga.
Pemberian obat perlu dilakukan segera pada pasien dengan tekanan darah sistolik lebih dari 140/90 mmHg. Pasien dengan kondisi stroke atau miokard infark ataupun ditemukan bukti adanya kerusakan organ tubuh yang parah (seperti mikroalbuminuria, hipertrofi ventrikel kiri) juga membutuhkan penanganan segera dengan antihipertensi.

2.4 Definisi Hipertensi dan Penyebabnya
            Hipertensi adalah tekanan darah yang lebih dari 140/90 mmHg dan diklasifikasikan sesuai derajat keparahannya, mempunyai entang dari tekanan darah (TD) normal tinggi sampai hipertensi maligna.
            Pada umumnya hipertensi tidak memiliki penyebab yang spesifik. Hipertensi terjadi sebagai respon peningkatan cardiac output atau peningkatan tekanan perifer. Namun ada beberapa faktor yang yang mempengaruhi terjadinya hipertensi seperti:
·        Genetik: respon nerologi terhadap stress atau kelainan eksresi atau transport Na.
·        Obesitas: terkait dengan level insulin yang tinggi yang mengakibatkan tekanan darah meningkat.
·        Stress lingkungan.
·        Hilangnya elastisitas jaringan dan artesklerosis pada orang tua serta pelebaran pembuluh darah.
Berdasarkan etiologinya hipertensi dibagi menjadi 2 golongan yaitu:
a.       Hipertensi esensial (primer)
Penyebab tidak diketahui namun banyak faktor yang mempengaruhi seperti genetika, lingkungan, hiperaktivitas, susunan saraf simpatik, systemrennin angiotensin, efek dari eksresi Na, obesitas, merokok dan stress.
b.      Hipertensi sekunder
Dapat diakibatkan karena penyakit parenkim renal/vakuler renal. Penggunaan konstrasepsi oral yaitu pil. Gangguan endokrin dll.
     Umur dan jenis kelamin merupakan salah satu faktor resiko terjadinya hipertensi tidak dapat dimodifikasi. Dari hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penderita hipertensi mayoritas terjadi pada usia diatas 40 tahun. Hal ini dikarenakan pada usia tersebut tetrjadi beberapa perubahan fisiologis yaitu arteri besar kehilangan kelenturannya dan menjadi kaku sehingga darah pada setiap denyut jantung dipaksa untuk melalui pembuluh darah yang sempit daripada biasanya dan menyebabkan naiknya tekanan.


Tabel 1. Klarifikasi Hipertensi Menurut JNC-VII 2003
Kategori tekanan darah               Tekanan sistolik          Tekanan diastolik
                                                           (mmHg)                         (mmHg)
            Normal                                              ≤120                              ≤80
            Prehipertensi                                    120-139                          80-89
            Hipertensi Stadium I                        140-159                          90-99
            Hipertensi Stadium II                      ≥160                                ≥100
Gejala-gejala penyakit yang biasa terjadi baik pada penderita hipertensi maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal hipertensi yaitu sakit kepala, gelisah, jantung berdebar, pendarahan hidung, sulit tidur, sesak nafas, cepat marah, telinga berdenging, tekuk terasa berat, berdebar dan sering kencing di malam hari. Gejala akibat komplikasi hipertensi yang pernah dijumpai berupa gangguan penglihatan, saraf, jantung, fungsi ginjal dan gangguan serebal (otak) yang mengakibatkan kejang dan gangguan kesaadaran hingga koma.
Faktor resiko yang dapat diubah dengan usaha-uasaha sebagai berikut:
·         Mengatasi obesitas/menurunkan kelebihan berat badan
·         Mengurangi asupan garam didalam tubuh
·         Ciptakan keadaan rileks
·         Melakukan olahraga teratur
·         Berhenti merokok
·         Mengurangi konsumsi alkohol
Hipertensi adalah suatu penyakit yang menyebabkan tekanan darah menjadi meningkat. Hipertensi sering tidak menunjukkan gejala sebagai peringatan dini dan dapat menyebabkan kematian mendadak.
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya 140mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90mmHg (Smith Tom, 1995).
Menurut WHO, penyakit hipertensi merupakan peningkatan tekanan sistolik lebih besar atau sama dengan 160mmHg dan atau tekanan diastolik sama atau lebih besar 95mmHg (Kodim Nasrin, 2003).












BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Alang-alang (Imperata cylindrica) adalah jenis rumput tahunan yang menyukai cahaya matahari, dengan bagian yang mudah terbakar di atas tanah dan akar rimpang (rhizome) yang menyebar luas di bawah permukaan tanah. Alang-alang dapat berkembang biak melalui biji dan akar rimpang, namun pertumbuhannya terhambat bila ternaungi.
Kandungan yang dimiliki alang-alang adalah silindrin, isoarbolinol, kampesterol, simiarenol, fernenol, arundoin, asam klorogenat, katekol, asam isoklorogenat, asam oksalat, asam asetat, asam sitrat. Setelah dilakukan penelitian ditemukan senyawa turunan flavonoid 3’, 4’, 7’ trihidroksi flavon, 6-hidroksi flavanol dan 2’, 3’ dihidroksi klakon. Dan kandungan-kandungan bermanfaat lainnya.
Antihipertensi adalah suatu obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah tinggi.
Hipertensi dapat didefinisikan sebagai tekanan darah persisten dimana tekanan sistoliknya 140mmHg dan tekanan diastoliknya diatas 90mmHg.
Penyebab hipertensi adalah faktor obesitas, pikiran, pola hidup yang tidak sehat, makanan, dan genetik.
3.2 Saran
Manfaatkanlah tanaman-tananam yang dianggap sebelah mata seperti alang-alang yang ternyata mempunyai banyak khasiat salah satunya seperti antihipertensi.


DAFTAR PUSTAKA
Agromedia.2008.Buku Pintar Tanaman Obat.Jakarta: Agromedia Pustaka.
Dalimartha, S.2006.Atlas Tumbuhan Obat Indonesia Jilid 4.Jakarta: Puspa  Swara.
Nasrin, Kodim.2003.Yang Besar Yang Diabaikan. Pada: http://tempointeraktif.com (diakses pada 26 Maret)
Nasution, U.1989.Gulma dan Pengendaliannya di Perkebunan Karet Sumatera dan Aceh.Gramedia: Jakarta.
Sholhah.2013.Pengaruh allelopati Daun Alang-alang(Imperata cylindra).Bandung: ITB.
Tom, Smith.1995.Tekanan Darah Tinggi. Pada: http://delissania.blogspot.co.id. (diakses pada 26 Maret 2017)