MASIH SUKA HIPERTENSI?
HENTIKAN HIPERTENSI DENGAN ANTIHIPERTENSI BERIKUT INI..
Guys kemaren kita sudah membahas
apa itu pengertian akar alang-alang, khasiatnya dan cara pengolahannya, nah
dari salah satu khasiat alang-alang ada disebutkan sebagai hipertensi tapi
sebelum membahas apa itu hipertensi kita cari tau dulu ya apa itu
antihipertensi....
Pengertian antihipertensi itu
guys adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi sedangkan hipertensi
adalah suatu keadaan medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah melebihi
normal.Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sehingga tekanan sistolik
lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg.
(Yanti,2012)
Terapi farmakologi untuk
hipertensi ringan dan sedang dilakukan dengan cara monoterapi dengan salah satu
dari obat: diuretik, β-bloker, penghambat ACE, antagonis kalsium, dan α-bloker
(termasuk α,β-bloker). Antihipertensi lainnya nih guys yakni vasodilator
langsung, adrenolitik sentral (α2 agonis) dan penghambat saraf adrenergik,
tidak digunakan untuk monoterapi tahap pertama, tetapi hanya antihipertensi
tambahan. Jika responya kurang atau
parsial, akan dilakukan penambahan obat ke-2 dari golongan lain sedangkan jika
respon kecil, dilakukan penggantian jenis obat guys.
Guys tau gak kalau pemilihan obat
obat masing-masing penderita hipertensi itu bergantung pada:
1. efek
samping metabolik dan subyektif yang ditimbulkan
2. adanya penyakit lain yang mungkin diperbaiki
atau diperburuk oleh AH yang dipilih
3. adanya
pemberian obat lain yang mungkin berinteraksi dengan AH yang diberikan dan
(biaya pengobatan).
Gimana ya guys cara pembuatan
akar alang-alang untuk antihipertensi?
Nah yang pertama gininih guys caranya
membuatnya:
- ambil kurang lebih 20-30 gram rimpang alang-alang kering
- rebus dengan 4 gelas air sehingga tersisa 1.5 gelas
- Setelah dingin lalu disaring
- Diminum 3 kali sehari masing-masing setengah gelas.
Guys kira-kira obat apasih yang
aman untuk penderita hipertensi bagi wanita hamil?
a. α-Metildopa :
Metildopa merupakan obat pilihan utama untuk hipertensi kronik pada kehamilan (tekanan diastolik lebih dari 110 mmHg) yang dapat menstabilkan aliran darah uteroplasenta dan hemodinamik janin. Obat ini termasuk golongan α2-agonis sentral yang mempunyai mekanisme kerja dengan menstimulasi reseptor α2-adrenergik di otak. Stimulasi ini akan mengurangi aliran simpatik dari pusat vasomotor di otak. Pengurangan aktivitas simpatik dengan perubahan parasimpatik akan menurunkan denyut jantung, cardiac output, resistensi perifer, aktivitas renin plasma, dan refleks baroreseptor. Metildopa aman bagi ibu dan anak, dimana telah digunakan dalam jangka waktu yang lama dan belum ada laporan efek samping pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Metildopa memiliki faktor resiko B pada kehamilan.
Metildopa merupakan obat pilihan utama untuk hipertensi kronik pada kehamilan (tekanan diastolik lebih dari 110 mmHg) yang dapat menstabilkan aliran darah uteroplasenta dan hemodinamik janin. Obat ini termasuk golongan α2-agonis sentral yang mempunyai mekanisme kerja dengan menstimulasi reseptor α2-adrenergik di otak. Stimulasi ini akan mengurangi aliran simpatik dari pusat vasomotor di otak. Pengurangan aktivitas simpatik dengan perubahan parasimpatik akan menurunkan denyut jantung, cardiac output, resistensi perifer, aktivitas renin plasma, dan refleks baroreseptor. Metildopa aman bagi ibu dan anak, dimana telah digunakan dalam jangka waktu yang lama dan belum ada laporan efek samping pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Metildopa memiliki faktor resiko B pada kehamilan.
b. Metildopa
Nama Dagang : Dopamet (Alpharma) tablet salut selaput 250 mg, Medopa (Armoxindo) tablet salut selaput 250 mg, Tensipas (Kalbe Farma) tablet salut selaput 125 mg, 250 mg, Hyperpax (Soho) tablet salut selaput 100 mg
Indikasi : Hipertensi, bersama dengan diuretika, krisis hipertensi jika tidak diperlukan efek segera.
Kontraindikasi : Depresi, penyakit hati aktif, feokromositoma, porfiria, dan hipersensitifitas.
Efek samping : mulut kering, sedasi, depresi, mengantuk, diare, retensi cairan, kerusakan hati, anemia hemolitika, sindrom mirip lupus eritematosus, parkinsonismus, ruam kulit, dan hidung tersumbat.
Peringatan : mempengaruhi hasil uji laboratorium, menurunkan dosis awal pada gagal ginjal, disarankan untuk melaksanakan hitung darah dan uji fungsi hati, riwayat depresi.
Dosis dan aturan pakai : oral 250mg 2 kali sehari setelah makan, dosis maksimal 4g/hari, infus intravena 250-500 mg diulangi setelah enam jam jika diperlukan.
Nama Dagang : Dopamet (Alpharma) tablet salut selaput 250 mg, Medopa (Armoxindo) tablet salut selaput 250 mg, Tensipas (Kalbe Farma) tablet salut selaput 125 mg, 250 mg, Hyperpax (Soho) tablet salut selaput 100 mg
Indikasi : Hipertensi, bersama dengan diuretika, krisis hipertensi jika tidak diperlukan efek segera.
Kontraindikasi : Depresi, penyakit hati aktif, feokromositoma, porfiria, dan hipersensitifitas.
Efek samping : mulut kering, sedasi, depresi, mengantuk, diare, retensi cairan, kerusakan hati, anemia hemolitika, sindrom mirip lupus eritematosus, parkinsonismus, ruam kulit, dan hidung tersumbat.
Peringatan : mempengaruhi hasil uji laboratorium, menurunkan dosis awal pada gagal ginjal, disarankan untuk melaksanakan hitung darah dan uji fungsi hati, riwayat depresi.
Dosis dan aturan pakai : oral 250mg 2 kali sehari setelah makan, dosis maksimal 4g/hari, infus intravena 250-500 mg diulangi setelah enam jam jika diperlukan.
c. Labetalol
Labetalol merupakan antihipertensi non kardioselektif yang memiliki kerja penghambat beta lebih dominan dibandingkan antagonis alfa. Melalui penggunaan labetalol, tekanan darah dapat diturunkan dengan pengurangan tahanan sistemik vaskular tanpa perubahan curah jantung maupun frekuensi jantung yang nyata sehingga hipotensi yang terjadi kurang disertai efek takikardia. Selain itu, labetalol juga dapat melakukan blokade terhadap efek takikardia neonates yang disebabkan oleh terapi beta bloker pada ibu . Sehingga labetalol dapat dikatakan sebagai obat alternative yang lebih aman dan efektif diberikan pada kehamilan.
Pemberian
labetalol dapat secara oral maupun injeksi bolus intravena. Dosis oral harian
labetalol berkisar dari 200-2400 mg/hari dengan dosis awal 2 x 100 mg. Dosis
pemeliharaan biasanya 2 x 200-400 mg/hari. Akan tetapi pada pasien dengan
hipertensi gawat, dosis dapat mencapai 1,2 hingga 2,4 gram/hari. Labetalol merupakan antihipertensi non kardioselektif yang memiliki kerja penghambat beta lebih dominan dibandingkan antagonis alfa. Melalui penggunaan labetalol, tekanan darah dapat diturunkan dengan pengurangan tahanan sistemik vaskular tanpa perubahan curah jantung maupun frekuensi jantung yang nyata sehingga hipotensi yang terjadi kurang disertai efek takikardia. Selain itu, labetalol juga dapat melakukan blokade terhadap efek takikardia neonates yang disebabkan oleh terapi beta bloker pada ibu . Sehingga labetalol dapat dikatakan sebagai obat alternative yang lebih aman dan efektif diberikan pada kehamilan.
Labetalol sebagai suntikan bolus intravena secara berulang-ulang 20-80 mg untuk mengobati hipertensi gawat. Mabie, dkk (1987) memberikan labetalol 10 mg IV sebagai dosis awal. Apabila tekanan darah tidak berkurang dalam waktu 10 menit, pasien diberi 20 mg. Dalam 10 menit berikutnya adalah 40 mg yang diikuti 40 mg dan kemudian 80 mg apabila belum tercapai respon yang bermanfaat. Sedangkan The Working Group (2000)merekomendasikan bolus 20 mg IV sebagai dosis awal. Apabila tidak efektif dalam 10 menit, dosis dilanjutkan dengan 40 mg, kemudian 80 mg setiap 10 menit, hingga dosis total sebanyak 220 mg.
Efek samping yang sering timbul adalah kelelahan, lemah, sakit kepala, diare, edema, mata kering, gatal pada kulit kepala dan seluruh tubuh serta susah tidur. Hipotensi postural juga dapat terjadi akan tetapi sangat jarang.
Guys apapun yang seorang wanita hamil makan
atau minum dapat memberikan pengaruh pada janinnya. Seberapa banyak jumlah obat
yang terpapar ke janin tergantung dari
bagaimana obat tersebut diabsorpsi (diserap), volume distribusi, metabolisme, dan
ekskresi (pengeluaran sisa obat). Kehamilan sendiri dapat mengganggu penyerapan obat karena lebih
lamanya pengisian lambung yang dikarenakan peningkatan hormon progesteron.
Volume distribusi juga meningkat selama kehamilan, estrogen dan progesteron mengganggu
aktivitas enzim dalam hati sehingga berpengaruh dalam metabolisme obat.
Ekskresi oleh ginjal juga meningkat selama kehamilan. Nih buat kaka, mamah, tantenya yang
lagi hamil tapi hipertensi boleh nih dicoba obatnya tapi lebih baik konsultasi
kedokter kandunganya dulu guys supaya lebih mastiin obatnya baik gak buat ibu
sama dede bayinya hehe. Sekian informasi tentang antihipetensinya guys, semoga
bermanfaat yaah ditunggu artikel selanjutnya dari akuu...


Nice info ka 👍👍
BalasHapusMakasih infonya ka:)
BalasHapusMakasih infonya kaka
BalasHapus