Selasa, 28 Maret 2017

Tugas Bahasa Indonesia Prodi S1-Farmasi STIKES BORNEO LESTARI



MASIH SUKA HIPERTENSI?
HENTIKAN HIPERTENSI DENGAN ANTIHIPERTENSI BERIKUT INI..
Guys kemaren kita sudah membahas apa itu pengertian akar alang-alang, khasiatnya dan cara pengolahannya, nah dari salah satu khasiat alang-alang ada disebutkan sebagai hipertensi tapi sebelum membahas apa itu hipertensi kita cari tau dulu ya apa itu antihipertensi....
sumber: https://www.google.com/search?q=antihipertensi&client=firefox-b&site=webhp&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwiwr_mNuOvSAhUGt48KHe5dD-o4ChD8BQgGKAE&biw=1366&bih=657&dpr=1#imgrc=-yJIAV5koWZNIM:
Pengertian antihipertensi itu guys adalah obat untuk menurunkan tekanan darah tinggi sedangkan hipertensi adalah suatu keadaan medis di mana terjadi peningkatan tekanan darah melebihi normal.Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sehingga tekanan sistolik lebih dari 140 mmHg dan tekanan diastolik lebih besar dari 90 mmHg. (Yanti,2012)

Terapi farmakologi untuk hipertensi ringan dan sedang dilakukan dengan cara monoterapi dengan salah satu dari obat: diuretik, β-bloker, penghambat ACE, antagonis kalsium, dan α-bloker (termasuk α,β-bloker). Antihipertensi lainnya nih guys yakni vasodilator langsung, adrenolitik sentral (α2 agonis) dan penghambat saraf adrenergik, tidak digunakan untuk monoterapi tahap pertama, tetapi hanya antihipertensi tambahan. Jika responya  kurang atau parsial, akan dilakukan penambahan obat ke-2 dari golongan lain sedangkan jika respon kecil, dilakukan penggantian jenis obat guys.

Guys tau gak kalau pemilihan obat obat masing-masing penderita hipertensi itu bergantung pada:
1.       efek samping metabolik dan subyektif yang ditimbulkan
2.        adanya penyakit lain yang mungkin diperbaiki atau diperburuk oleh AH yang dipilih
3.    adanya pemberian obat lain yang mungkin berinteraksi dengan AH yang diberikan dan (biaya pengobatan).

Gimana ya guys cara pembuatan akar alang-alang untuk antihipertensi?
Nah yang pertama gininih guys caranya membuatnya:
- ambil kurang lebih 20-30 gram rimpang alang-alang kering 
 - rebus dengan 4 gelas air sehingga tersisa 1.5 gelas 
- Setelah dingin lalu disaring 
- Diminum 3 kali sehari masing-masing setengah gelas.
 
Guys kira-kira obat apasih yang aman untuk penderita hipertensi bagi wanita hamil?
sumber: https://www.google.co.id/search?q=kartun+wanita+hamil&client=firefox-b&site=webhp&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwj-g_baiPnSAhWLLY8KHTipBqoQ_AUIBigB&biw=1366&bih=625#imgrc=PR06U_iMgm98rM:

a.        α-Metildopa :
 Metildopa merupakan obat pilihan utama untuk hipertensi kronik  pada kehamilan (tekanan diastolik lebih dari 110 mmHg) yang dapat menstabilkan aliran darah uteroplasenta dan hemodinamik janin. Obat ini termasuk golongan α2-agonis sentral yang mempunyai mekanisme kerja dengan menstimulasi reseptor α2-adrenergik di otak. Stimulasi ini akan mengurangi aliran simpatik dari pusat vasomotor di otak. Pengurangan aktivitas simpatik dengan perubahan parasimpatik akan menurunkan denyut jantung, cardiac output, resistensi perifer, aktivitas renin plasma, dan refleks baroreseptor. Metildopa aman bagi ibu dan anak, dimana telah digunakan dalam jangka waktu yang lama dan belum ada laporan efek samping pada pertumbuhan dan perkembangan anak. Metildopa memiliki faktor resiko B pada kehamilan.
b.      Metildopa
Nama Dagang : Dopamet (Alpharma) tablet salut selaput 250 mg, Medopa (Armoxindo)     tablet salut selaput 250 mg, Tensipas (Kalbe Farma) tablet salut selaput 125 mg, 250 mg, Hyperpax (Soho) tablet salut selaput 100 mg
Indikasi : Hipertensi, bersama dengan diuretika, krisis hipertensi jika tidak diperlukan efek segera.
Kontraindikasi : Depresi, penyakit hati aktif, feokromositoma, porfiria, dan hipersensitifitas.
Efek samping : mulut kering, sedasi, depresi, mengantuk, diare, retensi cairan, kerusakan hati, anemia hemolitika, sindrom mirip lupus eritematosus, parkinsonismus, ruam kulit, dan hidung tersumbat.
Peringatan : mempengaruhi hasil uji laboratorium, menurunkan dosis awal pada gagal ginjal, disarankan untuk melaksanakan hitung darah dan uji fungsi hati, riwayat depresi.
Dosis dan aturan pakai : oral 250mg 2 kali sehari setelah makan, dosis maksimal 4g/hari, infus intravena 250-500 mg diulangi setelah enam jam jika diperlukan.
c.       Labetalol
 Labetalol merupakan antihipertensi non kardioselektif yang memiliki kerja penghambat beta lebih dominan dibandingkan antagonis alfa. Melalui penggunaan labetalol, tekanan darah dapat diturunkan dengan pengurangan tahanan sistemik vaskular tanpa perubahan curah jantung maupun frekuensi jantung yang nyata sehingga hipotensi yang terjadi kurang disertai efek takikardia. Selain itu, labetalol juga dapat melakukan blokade terhadap efek takikardia neonates yang disebabkan oleh terapi beta bloker pada ibu . Sehingga labetalol dapat dikatakan sebagai obat alternative yang lebih aman dan efektif diberikan pada kehamilan.
Pemberian labetalol dapat secara oral maupun injeksi bolus intravena. Dosis oral harian labetalol berkisar dari 200-2400 mg/hari dengan dosis awal 2 x 100 mg. Dosis pemeliharaan biasanya 2 x 200-400 mg/hari. Akan tetapi pada pasien dengan hipertensi gawat, dosis dapat mencapai 1,2 hingga 2,4 gram/hari.
Labetalol sebagai suntikan bolus intravena secara berulang-ulang 20-80 mg untuk mengobati hipertensi gawat. Mabie, dkk (1987) memberikan labetalol 10 mg IV sebagai dosis awal. Apabila tekanan darah tidak berkurang dalam waktu 10 menit, pasien diberi 20 mg. Dalam 10 menit berikutnya adalah 40 mg yang diikuti 40 mg dan kemudian 80 mg apabila belum tercapai respon yang bermanfaat. Sedangkan The Working Group (2000)merekomendasikan bolus 20 mg IV sebagai dosis awal. Apabila tidak efektif dalam 10 menit, dosis dilanjutkan dengan 40 mg, kemudian 80 mg setiap 10 menit, hingga dosis total sebanyak 220 mg.
Efek samping yang sering timbul adalah kelelahan, lemah, sakit kepala, diare, edema, mata kering, gatal pada kulit kepala dan seluruh tubuh serta susah tidur. Hipotensi postural juga dapat terjadi akan tetapi sangat jarang.

Guys apapun yang seorang wanita hamil makan atau minum dapat memberikan pengaruh pada janinnya. Seberapa banyak jumlah obat yang  terpapar ke janin tergantung dari bagaimana obat tersebut diabsorpsi (diserap), volume distribusi, metabolisme, dan ekskresi (pengeluaran sisa obat). Kehamilan sendiri dapat  mengganggu penyerapan obat karena lebih lamanya pengisian lambung yang dikarenakan peningkatan hormon progesteron. Volume distribusi juga meningkat selama kehamilan, estrogen dan progesteron mengganggu aktivitas enzim dalam hati sehingga berpengaruh dalam metabolisme obat. Ekskresi oleh ginjal juga meningkat selama kehamilan. Nih buat kaka, mamah, tantenya yang lagi hamil tapi hipertensi boleh nih dicoba obatnya tapi lebih baik konsultasi kedokter kandunganya dulu guys supaya lebih mastiin obatnya baik gak buat ibu sama dede bayinya hehe. Sekian informasi tentang antihipetensinya guys, semoga bermanfaat yaah ditunggu artikel selanjutnya dari akuu...




3 komentar: